Tentang Kami

Berita dari Segala Berita Artis Indonesia dan Manca Negara. Dalam situs ini anda dapat menyimak beragam informasi terbaru dari Zone Artis Indonesia, mengungkap berita artis, gosip selebritis, artis populer, film, cerita seks, gaya hidup dan berita terbaru artis indonesia papan atas.

Pelaku Penusukan di IPDN Diberhentikan

Berita Zone Artis. Bandung - Pelaku penusukan praja Vefi Athe Yandra asal Sumatra Barat yakni praja Muzian Beli asal Sumatra Selatan, diberhentikan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan tidak hormat.

"Berdasarkan tata tertib, UU berlaku, serta atas keputusan rapat pimpinan maka pelaku penusukan kami berhentikan secara tidak hormat mulai hari ini," kata Rektor IPDN Johanis Kaloh, Kamis (15/5/2008).

Saat ini, lanjut Johanis, pihaknya menyerahkan kasus ini ke tangan kepolisian.

"Untuk kelanjutan kasus hukumnya, kami serahkan kepada pihak berwajib. Karena kami secara tegas sudah memberhentikan dia," ujar Kaloh yang mengaku saat ini sedang melakukan rapat.

Sebelumnya, penusukan sendiri terjadi sekira pukul 12.00 WIB (sebelumnya diberitakan pukul 13.00 WIB) di barak Sumatra. Insiden ini terjadi saat korban sedang tidur dan meras terganggu dengan korban.

Menikmati Hubungan Jarak Jauh

Trend Zone Artis. Hubungan rumah tangga jarak jauh semakin banyak dilakoni. Umumnya, mereka memilih kondisi tersebut karena mempertahankan profesi masing-masing.

Hubungan jarak jauh memang tidak mudah dilakoni. Namun, jangan berpikiran negatif dulu terhadap hubungan ini. Sebab, kebanyakan pasangan yang melakoninya malah tambah mesra. Mereka berkomitmen untuk saling percaya.

Kendati begitu, pasangan juga harus berhati-hati karena dikhawatirkan bisa memercikkan konflik di mahligai rumah tangga. Untuk pasangan yang belum siap menjalaninya, mereka akan dihinggapi rasa curiga dan cemburu.

Memang menjalani rumah tangga jarak jauh bukanlah persoalan yang mudah dan tentu saja sangat tidak menyenangkan. Hal ini sangat menyiksa bagi pasangan yang baru menikah. Di saat Anda masih menikmati kemesraan, mau tidak mau Anda harus berpisah dari pasangan.

Tidak bisa dihindari pula, masalah pun makin mudah timbul. Karena frekuensi pertemuan dengan pasangan semakin berkurang. Dan bagi yang tidak siap melakoni hubungan long distance ini akan memunculkan dilema dan konflik-konflik kecil. Tidak menutup kemungkinan akan menyulut konflik besar.

Karena dalam waktu lama, banyak pasangan yang tidak kuat. Artinya, pasangan yang terpisah itu tergoda mencari pelarian dari kesepiannya sehingga peluang selingkuh dan perceraian pun bisa terjadi.

Psikolog dari Personal Growth Ratih Andjayani Ibrahim menyatakan, masalah rumah tangga umumnya terjadi karena lunturnya tingkat kepercayaan. Pasalnya, menurut dia, dalam membina hubungan suami istri, tingkat kepercayaan menjadi kunci kelanggengan hubungan.

"Apalah artinya jika di antara pasangan itu tidak ada kepercayaan, maka kesetiaan pun juga tidak ada," katanya. Untuk menjaga rumah tangga agar tetap langgeng, Ratih menuturkan, ada tiga pilar yang harus dipegang. Ketiganya adalah love (cinta), hope (harapan), dan trust (kepercayaan).

Dia menyatakan, pernikahan harus didasari cinta karena tanpa cinta, pasangan menjadi tidak bersemangat menjalani hidup bersama. "Love is very important. Akan sulit menjalani hubungan rumah tangga tanpa adanya love. Pasangan yang memiliki cinta saja kadang timbul konflik, apalagi yang tanpa cinta," ujarnya.

Dari cinta itu, ujar psikolog yang sering menjadi pembicara talkshow wanita, melanjutkan akan menumbuhkan harapan bersama untuk mengayuh biduk berumah tangga. Selanjutnya, harapan itu akan melahirkan kepercayaan untuk berkomitmen agar saling setia dan tidak selingkuh. Dengan komitmen yang dipegang teguh pasangan suami dan istri, akan menciptakan hubungan rumah tangga yang lancar.

Sementara itu, menyikapi hubungan rumah tangga yang terkendala jarak, dia tetap berkeyakinan, tiga pilar itu harus tetap dijaga terutama trust. Karena pada kenyataannya, pilar ketiga ini yang paling fragile (rapuh). Apalagi ketika ada masalah. Selain itu, lingkungan, situasi, dan jarak maupun orang ketiga yang mengusik hubungan rumah tangga juga dapat memicu kepercayaan menjadi tidak berkembang.

"Jarak jauh memang mengancam tingkat kepercayaan masing-masing pasangan. Kalau di depan mata saja bisa bermasalah, apalagi kalau jauh," cetusnya.

Idealnya, kata dia, menjalani hidup berumah tangga memang harus serumah agar pasangan memiliki kualitas dan kuantitas bertemu yang baik. Artinya, intensitas pertemuan suami dan istri semakin sering dan lebih mudah. Dengan kuantitas bertemu itu akan menciptakan relasi (hubungan) yang berharga. Karena bisa membahas masalah sehari-hari dan memecahkan masalah yang terjadi secara tatap muka.

Sayangnya, realita di zaman sekarang, banyak ditemukan pasangan rumah tangga yang tidak seberuntung itu. Pasangan banyak terpisah karena alasan pekerjaan. Namun, Ratih tidak memvonis bahwa pasangan yang dekat pun akan harmonis dan pasangan yang jauh akan berantakan.

"Tidak selalu begitu," katanya. Karena itu, untuk menyikapi agar hubungan rumah tangga tidak retak, pasangan harus menanamkan trust. "Trust harus dijaga benar-benar," tegasnya. Pasalnya, sambung dia, jika trust goyah, akan memberi imbas negatif terhadap pilar-pilar yang lain.

Jangan korbankan kebahagiaan Anda hanya karena masalah yang terjadi akibat hubungan jarak jauh. Karena pada dasarnya setiap masalah ada jalan keluarnya. Patricia Noller dan Mary Anne Fitzpatrick dalam Journal of Marriage and the Family, Vol 52, No 4, Family Research pada 1980-an dan jurnalnya bertajuk The Decade in Review yang terbit pada 1990 silam mengungkapkan, konflik dalam rumah tangga merupakan bagian yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan berkeluarga.

Jika diibaratkan masakan, konflik itu menjadi bumbu penyedap dalam hubungan pernikahan. Tinggal bagaimana menyikapi konflik yang timbul itu agar tidak berujung pada perceraian. Bagi Anda yang menjalani hubungan seperti ini atau akan menjalaninya, tidak perlu khawatir karena hubungan jarak jauh tidak seseram yang dibayangkan. Keutuhan rumah tangga bisa dipupuk dan dipertahankan jika masing-masing pasangan berkomitmen menjalankan rumah tangga dengan kepercayaan dan kesetiaan.

Fakta pahit hasil hubungan pernikahan jarak jauh seperti perceraian juga dialami pernikahan serumah. Jadi, hubungan jarak jauh bukan merupakan faktor pemicu hancurnya atau retaknya hubungan rumah tangga. "Hubungan jarak jauh memang bisa untuk mengetes kesetiaan," kata Budi, karyawan swasta yang melakoni hubungan jarak jauh ini.

Nah, ternyata hubungan jarak jauh tidak seseram yang Anda bayangkan, bukan? Jadi, untuk apa takut menjalaninya.

Menguak Budaya Jawa Melalui Lukisan

Trend Zone Artis.BUDAYA Jawa telah tergerus dari tanah air kita. Hal itu dapat dilihat dari maraknya arus modern yang merambah semua lini. Padahal, budaya Jawa kaya akan khazanah budaya dan tradisi serta sarat akan makna dan nilai.



Bagi orang Jawa, falsafah hidup, anutan nilai serta kesadaran alam pikir sering kali diwujudkan dalam sesuatu yang simbolistik. Beragam artefak seni dan budaya Jawa sejak zaman dahulu sampai sekarang memiliki makna yang amat dalam.

Makna dan nilai karya seni rupa orang Jawa tersebut dapat dilihat dari variasi karya patung, lukisan dan sebagainya. Variasi motif dan coraknya yang sangat beragam merepresentasikan kehidupan orang Jawa dalam masyarakat.

Namun demikian, perkembangan dan dinamika sosial juga berimbas terhadap alam pikir dan tatanan nilai yang dianut. Arus modernisasi budaya pada gilirannya juga berpengaruh terhadap kreasi seniman Jawa era kontemporer.

Maka kalau kita perhatikan karya-karya yang muncul belakangan ini, amat menarik untuk melihat kombinasi antara tradisi lama dan arus modern dalam karya seni rupa seniman Jawa. Untuk saat ini, karya seniman Jawa yang benar-benar Jawa tidak ada lagi yang absolute. Semua sudah berbaur dengan rasa, style dan simbol modernitas.

"Dalam konteks itulah akan diadakan pameran Seni Rupa Absolute Jawa 50%. Pameran ini berlangsung dengan tujuan untuk menampilkan kembali falsafah hidup orang Jawa yang kaya akan khazanah budaya dan tradisi serta sarat akan makna dan nilai," kata Zulfikar Latief, penggagas acara Absolute Jawa 50% itu ketika dihubungi okezone melalui telepon selulernya, belum lama ini.

Menurutnya, pameran yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu 16-17 Mei itu diselenggarakan oleh Galeri Rumah Jawa. Dan diikuti oleh 16 seniman Jawa dengan karya seni rupanya yang perlu diapresiasi secara instimewa itu akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta DR Ing H Fauzi Bowo pada Jumat (16/5/2008).

"Pameran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan karya para seniman Jawa khususnya serta seniman Indonesia pada umumnya, serta dapat memperkenalkan kultur Indonesia kepada masyarakat dunia," jelas pria yang akrab disapa Itang itu, mantap.

Lukisan 100% Jawa, dituturkan oleh Itang, selain mengandung unsur seni juga memiliki unsur simbolis. Jadi, dalam lukisannya selalu mengangkat kebudayaan Jawa. Misalnya lukisan yang berbicara tentang cerita Mahabarata, Borobudur, Anoman, dan sebagainya. Sementara dalam lukisan Absolute Jawa 50%, lukisan yang ditampilkan tidak 100% lagi.

"Dalam pameran kali ini, akan hadir 32 lukisan buah karya dari 16 pelukis muda Jawa. Lukisan yang ditampilkan tidak 100% lagi, karena itu akan muncul lukisan Anoman dalam dua sisi. Jadi, terserah mereka mengaplikasikannya seperti apa," beber pria berkacamata ini.

Dilanjutkan oleh owner Rumah Jawa ini, adapun nama-nama pelukis dan object art Indonesia itu terdiri dari Andy Firmanto, Adi Gunawan, Bowo Purwadi, Edi Sunaryo, Evi Sulistyawati, Giring Prhatyasono, Joko 'Gundul' Sulistiono, Khusna Hardiyanto, Nasirun, Nursholis, Riki Antoni, S Dwi Stya, Sujiwo Tedjo, V A Sudiro, Wahyu Gunawan dan Wara Anindyah.

"Bila dilihat dari unsur budaya, tema lukisan yang diangkat tak jauh dari budaya luar negeri seperti lukisan Marilyn Monroe yang lebih booming. Sedangkan mereka yang mengangkat budaya Indonesia menjadi lukisan justru hanya diminati oleh kolektor. Karena itu, dengan diadakannya acara ini kami berharap dapat mengangkat budaya Indonesia," harapnya.

Sementara itu, konsep acara Absolute Jawa 50% ini tak hanya memamerkan lukisan. Karena untuk mengetahui makna dari budaya Jawa itulah maka diadakan sarasehan dengan narasumber Prof DR Damarjati Supadjar, yaitu pengamat budaya Jawa yang juga dosen filsafat UGM.

Dalam acara tersebut akan terungkap kembali "Kejawaan atas Jawa" dalam cara pandang, pemikiran, perspektif, pemaknaan, pendefinisian dan interpretasi yang lebih baru dan berbeda. Sehingga karya rupa yang ditampilkan kelak menjadi bagian penting dari paparan atas fakta dan nilai Jawa ke depan.